Para Pengasuh Pengajian Rutin Ba'da Shalat Maghrib

PARA PENGASUH PENGAJIAN RUTIN BA'DA SHALAT MAGHRIB
MASJID AL-MUKARROMAH KASIN KOTA MALANG
Jalan Arif Margono Gang Masjid Kelurahan Kasin Kota Malang


Hari Senin


Al Habib Haidar bin Sholeh Mauladdawilah
Kajian:
الكتاب النصائح الدينية والوصايا الإيمانية
للحبيب عبد الله بن علوى الحداد


Al Ustadz H. Muhammad Satari



Hari Selasa


Al Habib Asadullah bin Alwy Alaydrus
Kajian:
الكتاب رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين
تأليف : الإمام محيي الدين أبي زكريا يحي بن شرف النووي الدمشقي 



Al Ustadz Muhammad Iqbal Vickry


Hari Rabu


Al Ustadz H. Nurul Yaqin
Kajian:
الترتيل القرآن بتجويد


Hari Kamis


Al Habib Muhsin bin Aly Al Hamid
Kajian:
الكتاب الوصايا النافعة للإمام شيخ الإسلام عبدالله بن علوي بن محمد الحداد رضي الله عنه



Al Ustadz H. Atho'illah Wijayanto
Kajian:
كتاب فتح القريب المجيب في شرح ألفاظ التقريب أو القول المختار في شرح غاية الإختصار
المؤلف: محمد بن قاسم بن محمد الغزي ابن الغرابيلي أبو عبد الله شمس الدين
شرح في غاية الإختصار والتهذيب لمتن أبي شجاع المعروف بمتن الغاية
والتقريب ، وهو متن من متون المذهب الشافعي الفهرس


Hari Jum'at


Dr. K. H. Dahlan Thamrin, M.Ag
Kajian:
الكتاب نصائح العباد في بيان ألفاظ منبهات على الاستعداد ليوم المعاد
لشهاب الدين أحمد بن علي بن محمد بن أحمد بن حجر العسقلاني


Hari Sabtu


Al Ustadz Nur Asmari
Kajian:
الكتاب: متن الغاية والتقريب متن أبي شجاع
مؤلف الكتاب: محمد نووي بن عمر الجاوي محمد بن القاسم الغزي أحمد بن الحسين الأصفهاني أبو شجاع
لكتاب: فتح القريب المجيب
المؤلف: محمد بن قاسم بن محمد الغزي ابن الغرابيلي أبو عبد الله شمس الدين


Al Ustadz H. Muhammad Thoha Fauzi
Kajian:
وصية المصطفى عليه الصلاة والسلام لسيدنا علي بن أبي طالب كرم الله وجهه
المؤلف: سيد عبد الوهاب الشعراني

Hari Minggu


Al Ustadz Misbahul Munir Thoyyib
Kajian:
الكتاب: بداية الهداية
المؤلف: أبو حامد محمد بن محمد الغزالي الطوسي







Laporan Keuangan Bulanan

LAPORAN KEUANGAN MASJID AL-MUKARROMAH KASIN MALANG

Bulan Agustus 2019






Perpustakaan Masjid

PERPUSTAKAAN MASJID AL-MUKARROMAH KASIN MALANG:
Pentingnya Sarana Perpustakaan Sebagai Bagian Wahana Ukhuwah dan Keistiqomahan Penambahan Keilmuan Islam Bagi Masyarakat Kasin dan Para Jama'ah Masjid Al-Mukarromah




Perpustakaan Masjid Al-Mukarromah disediakan oleh jajaran Takmir Masjid Al-Mukarromah dalam rangka menambah wawasan keilmuan bagi seluruh jamaah. Disamping selalu diadakan majelis ta'lim setiap hari secara ustiqomah, serta adanya fasilitas tempat pendidikan agama islam dalam berbagai jenjang. Mulai anak usia dini sampai para manula akan selalu terfasilitasi.

Masjid Al-Mukarromah memandang bahwa kecantikan, kehebatan, performa, kredibilitas sekaligus pengaplikasian seseorang pada kehidupannya ditentukan dari ibadah. Dan ibadah harus selalu terkontrol lewat ilmu. Maka ilmu menjadi sangat urgen atau sangat penting dalam kita hidup ibadah kepada Allah SWT dan bersunnah pada junjungan kita Rasulillah Muhammad SAW.

     عن عبد الله بن مسعود قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من تعلم  بابا من العلم ينتفع به في آخرته ودنياه كان خيرا له من عمر الدنيا سبعة  آلاف سنة صيام نهارها وقيام ليالها مقبولا غير مردود.

Rosulullah  SAW bersabda : Barangsiapa yang belajar satu bab dari ilmu kemudian  dimanfaatkan untuk urusan akhirat dan dunianya,maka hal itu lebih baik dari umur dunia tujuh ribu tahun,siangnya berpuasa dan malamnya  digunakan untuk sholat sunah yang kesemua ibadah itu diterima,tidak  tertolak.

Maka sungguh erat sekali bahkan merupakan satu kesatuan utuh antara ilmu dan ibadah. Dengan ilmu akan menjadikan segala sesuatu pada kapasitas yang sebenarnya. Apalagi bila dibarengi dengan akhlaq yang baik dan benar.

Sangat benar Rosulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi wasallam dalam sabdanya :

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ

"Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya –dengan hal itu- Allah jalankan dia di atas jalan di antara jalan-jalan sorga"
(HR Muslim XXXVIII/2699)

Imam Atthoiby dalam Kitab Faidh AlQoodir mengartikan hadits diatas :

والمعنى سهل الله له بسبب العلم طريقا من طرق الجنة وذلك لأن العلم إنما يحصل بتعب ونصب وأفضل الأعمال أحزمها فمن تحمل المشقة في طلبه سهلت له سبل الجنة سيما إن حصل المطلوب

“Sebab ilmu Allah memudahkan seseorang salah satu jalan yang menuju surga, hal ini karena ilmu dihasilkan seseorang dengan jerih payah sedang paling utamanya amal ibadah mengukur kadar upaya seseorang dalam mengikat keletihan, barangsiapa mau menanggung kesusahan dalam mencari ilmu maka Allah mudahkan jalannya kesurga terlebih bila ilmu tersebut juga tercapai”.
[ Faidh AlQadir VI/199 ].



Dengan berniat pada sunnah Rasulillah Muhammad SAW, masjid Al-Mukarromah memandang penyediaan buku-buku sebagai refrensi akan kewajiban menambah ilmu menjadi sangat penting. Apalagi buku-buku bisa dibaca gratis ditempat yang disediakan oleh takmir masjid. Tentunya tidak boleh dibawa pulang, karena perpustakaan ini dijadikan salah satu magnet untuk para jamaah untuk cinta pada masjid. Disamping beberapa hal lain yang dilakukan oleh pengurus masjid Al-Mukarromah sebagai sarana interaksi dan penambahan wawasan keilmuan islam bagi yang membutuhkan. Bahkan beberapa para ustadz biasanya sudah ada disekitar masjid atau di beberapa fasilitas yang dimiliki masjid untuk siap mengayomi masyarakat.

قَالَ علي بن أبي طالب :

لَيْسَ الْجَـمَـالُ بِـأَثْوَابٍ تُزَيِّنُهَا
إِنَّ الْجَمَـالَ جَمَـالُ الْعَقْلِ وَالأَدَبِ

Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata:
"Tidaklah cantik atau tampan seseorang karena memakai HIASAN
Tapi sejatinya kecantikan atau ketampanan sebab ilmu dan KESOPANAN"

Apapun yang kita aksikan pada kehidupan akan membutuhkan ilmu. Hasil dari aksi tersebut juga ditentukan seberapa ilmunya. Maka, juga sangat perlu kita mentashih pengetahuan kita kepada para ustadz, para kyai, para habaib dalam menjaga stabilitas keimanan dan ibadah kita sesuai dengan Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyyah.

وقال الحسن : لولا العلماء لصار الناس مثل البهائم ، تعلموا العلم فإن تعلمه خشية ، وطلبه عبادة ، ومدارسته تسبيح، والبحث عنه جهاد ،وتعليمه من لا يعلمه صدقة، وبذله لأهله قربة ، وهو الأنيس في الوحدة ، والصاحب في الخلوة ، والدليل على الدين والصبر... على الضراء والسراء والقريب عند الغرباء ، ومنار سبيل الجنة ،

Imam Hasan Al Bashri berkata :

"Andai tiada orang yang mengerti ilmu manusia tak ubahnya binatang. Pelajarilah ILMU karena mempelajarinya berarti punya rasa takut pada Allah. Mencarinya bernilai ibadah. Mengulanginya berpahala tasbih pada Allah. Membahasnya berarti JIHAD kejalan Allah. Mengajarkannya pada yang belum tahu bernilai sodaqah. Menyerahkannya pada yang berhak bentuk pendekatan diri pada Allah. ILMU adalah penghibur kala kesendirian melanda. Petunjuk bagi kesempurnaan agama. Kesabaran di kala lara dan papa. Teman dekat kala tersesat. Rambu-rambu kejalan SURGA."

Sungguh sangat elok apa yang dikatakan Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Imam Hasan Al Bashri diatas. Maka kita yang masih sangat hina ini selalu harus istiqomah mencari dan mempelajari ilmu, serta istiqomah dalam meningkatkan ketaqwaan dengan ibadah.

وقال الإمام الغزالي رحمه الله في الإحياء : " إن الخاصية التي يتميز بها الناس عن سائر البهائم هو العلم فالإنسان إنسان بما هو شريف لأجله وليس ذلك بقوة شخصه فإن الجمل أقوى منه ولا بعظمه فإن الفيل أعظم منه ولا بشجاعته فإن السبع أشجع منه ولا بأكله فإن الثور أوسع بطنا منه ولا ليجامع فإن أخس العصافير أقوى على السفاد منه بل لم يخلق إلا للعلم

Berkata Imam Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Abu Hamid Al-Ghozali :

"Sesungguhnya keistimewaan yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah ILMU, manusia dikatakan makhluk mulia hanya karena ilmunya.
Bukan karena kekutannya, sebab bukankah unta lebih kuat ketimbang manusia ?
Bukan karena kebesarannya, sebab bukankah gajah lebih besar ketimbang manusia ?
Bukan karena keberaniannya, sebab bukankah binatang buas lebih berani ketimbang manusia ?
Bukan karena kemampuan makannya, sebab bukankah sapi jantan lebih besar perutnya ketimbang manusia ?
Bukan karena kuat setubuhnya, sebab bukankah paling hinanya burung pipit lebih kuat setubuhnya ketimbang manusia ?
Manusia tiada tercipta kecuali untuk ilmu.... Ilmu dan ilmu........"
 [ Ihyaa 'Uluumiddiin I/7 ].

Maka dapat kita simpulkan:
"Mencari ilmu adalah JALAN MENAMBAH KETAQWAAN,  karenanya Ayoo Mengaji… ngaji...... dan ngaji terus....!!!!
Juga membaca.... membaca dan membaca terus....!!!!"

_HIDUPKAN MASJID DALAM HIDUPMU_

Susunan Pengurus Masjid Al-Mukarromah

SUSUNAN PERSONALIA MASJID AL-MUKARROMAH KASIN MALANG
Periode 2017-2022


I. MAJELIS TAHKIM

Ust. Drs. H. Muhammad Satari, M.Ag
Ust. Misbahul Munir Thoyyib
Ust. H. M. Atto'llah Wijayanto
Ust. Nur Asmari
Ust. H. Thoha Fauzi
Ust. H. Nurul Yakin

II. PENASEHAT

Bpk. H. Musyafa' Umar
Habib Sholeh Salim MD
Bpk. Muhammad Edwin W
Bpk. Saiful Anshori

KETUA UMUM
H. Agus Hasan

KETUA I
M. Iskandar

KETUA II
Ponco Muhammad Nur Cahyo

SEKRETARIS
I.  H. M. Chusnul Bashri
II. Muhammad Zulfan Akbar

BENDAHARA
I.  Nurul Fathoni
II. Muhammad Harjianto

SEKSI-SEKSI

I. Kemakmuran dan Peribadatan
Ust. Choirul Anwar
Ust. H. Muh. Sholeh
Ust. H. Chusnul Yakin
Bpk. Nur Said
Bpk. Samsul Hadi
Bpk. Muhammad Bahri

II. Pendidikan (TPI)
Ust. Drs. H. Muhammad Satari, M.Ag
Ust. Abdan Jauhari
Ust. Muhammad Iqbal Vickry

III. Sarana dan Prasarana
Bpk. Muhammad Fadloli
Bpk. Muhammad Wahyudi
Bpk. Zainul Adhar
Bpk. Idhom Anshori
Bpk. Misrianto

IV. Sosial/Baitul Mal
Bpk. H. A. Muhammad Erlan. S
Ibu. Hj. Ahlakul Karimah

V. Remaja Masjid
Muhammad Ni'am
M. Shalahuddin Mukti
Ian Lukman
Fahmi Ferdiansyah

VI. Kewanitaan
Ibu Hj. Maf'ullah
Ibu Ainuzzumrudah
Ibu Hj. Wiwik Agustin
Ibu Jami'tul Choiriyah

VII. Umum
Bpk. H. Shohib Affandi
Bpk Mirzuan
Bpk. Sanusi
Bpk. Hari Budianto
Bpk. Iwan Sutisna
Seluruh Jama'ah Masjid Al-Mukarromah

VIII. Marbot
Bpk. Misdi

Profil Masjid Al-Mukarromah



Masjid Al-Mukarromah terletak di jalan arif margono gang masjid yang berada di wilayah kelurahan kasin kecamatan klojen kota Malang.

Masjid Al-Mukarromah tidak hanya menjadi tempat salat dan beribadah semata. Dari sejarahnya, masjid Al-Mukarromah juga menjadi jujukan bagi pejuang Laskar Hizbullah. Keberadaan makam Mbah Jalalain atau Pangeran Fadluddin dari Banten kian menegaskan masjid Al-Mukarromah memiliki sejarah panjang.

Masjid tersebut dulunya memang menjadi markas Laskar Hizbullah. Namun, bangunan masjidnya kala itu masih kecil (sebuah surau/langgar), tidak seperti yang terlihat saat ini.
Masjid Al-Mukarromah kasin kota Malang diperkirakan telah berdiri lebih dari seabad. Sebab, di depan masjid terdapat makam Pangeran Fadluddin atau biasa disebut Mbah Mohammad Djalalain asal Banten. Sosok ulama tersebut diyakini masih ada garis keturunan dari Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.



Meski tak memiliki dokumen pendukung,  keberadaan surau yang menjadi cikal bakal masjid sudah ada sejak sebelum kemerdekaan. Hal itu juga didukung perkembangan Islam di sekitar surau/langgar yang semakin kuat dengan berdirinya pondok pesantren. Nah, salah satu yang mengasuh adalah Kiai Abdul Mukti sejak zaman dulu menjadi jujukan para pejuang bangsa Indonesia. Karena itulah, surau/langgar tersebut sempat dijadikan markas oleh Laskar Hizbullah. Beberapa tokoh besar pun juga pernah datang ke Masjid Al-Mukarromah, seperti Bung Tomo juga pernah ke sini.

Sebelum pertempuran 10 November 1945, semua anggota Laskar  Hizbullah digembleng Kiai Abdul Mukti di sini. Mereka bergabung dengan para pejuang lainnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Seiring dengan perkembangan agama Islam yang semakin pesat, bangunan surau yang tidak menampung jumlah jamaah, lalu dipugar untuk diubah menjadi masjid. Proses pemugaran total itu sekitar 1995–1997. Masjid diresmikan oleh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat masih menjabat ketua umum PB NU.
Meski sebagai masjid sekaligus monumen para Laskar Hizbullah, tapi tidak ada banyak yang menonjol dari konstruksinya. Semua dibangun sesuai kebutuhan, tidak ada filosofinya secara khusus.


Bangunannya sudah cukup modern, dengan luas 12×12 meter. Terdiri dua lantai dengan menara yang cukup besar dengan tinggi sekitar 41 meter. Di bagian dalam, kubah masjid dilukis layaknya langit. Dengan perpaduan warna dinding hijau muda menambah suasana semakin sejuk.

Konstruksi masjid terlihat kokoh, dengan empat tiang cor yang dibalut kayu berwarna cokelat dan lampu gantung dari kaca. Hal itu membuat kesinambungan interior terlihat indah. Setiap hari banyak yang berkunjung ke masjid Al-Mukarromah ini. Mulai dari niat i'tikaf, mengaji, istighotsah hingga berziarah ke makam Mbah Muhammad Djalalain atau Pangeran Fadluddin dari Banten.



Majelis taklim juga istiqomah dijalankan di masjid ini. Mulai rutinan ngaji ba'da shalat maghrib, istiqhotsah, pembacaan maulid diba' dan maulid Ad dalaail khairat hingga mengaji malam hari mulai jam 21.00 sampai sekitar jam 02.00 dini hari.

Masjid Al-Mukarromah juga mendirikan pendidikan islam yang dinamakan Taman Pendidikan Islam atau disingkat TPI. Waktu proses pembelajarannya mulai jam 16:00 sampai jam 20:00 dengan materi pelajaran antara lain Al-Qur'an, hadits, fiqih, bahasa arab, nahwu, shorof dan beberapa materi lain salah satunya bahasa inggris.

Maka dari itu, silahkan berkunjung ke masjid Al-Mukarromah dan makam Mbah Muhammad Djalalain atau Pangeran Fadluddin. Takmir masjid dan para masyarakat sekitar dengan ramah akan melayani.
Moto kami "HIDUPKAN MASJID DALAM HIDUPMU".

Popular Posts