Perpustakaan Masjid

PERPUSTAKAAN MASJID AL-MUKARROMAH KASIN MALANG:
Pentingnya Sarana Perpustakaan Sebagai Bagian Wahana Ukhuwah dan Keistiqomahan Penambahan Keilmuan Islam Bagi Masyarakat Kasin dan Para Jama'ah Masjid Al-Mukarromah




Perpustakaan Masjid Al-Mukarromah disediakan oleh jajaran Takmir Masjid Al-Mukarromah dalam rangka menambah wawasan keilmuan bagi seluruh jamaah. Disamping selalu diadakan majelis ta'lim setiap hari secara ustiqomah, serta adanya fasilitas tempat pendidikan agama islam dalam berbagai jenjang. Mulai anak usia dini sampai para manula akan selalu terfasilitasi.

Masjid Al-Mukarromah memandang bahwa kecantikan, kehebatan, performa, kredibilitas sekaligus pengaplikasian seseorang pada kehidupannya ditentukan dari ibadah. Dan ibadah harus selalu terkontrol lewat ilmu. Maka ilmu menjadi sangat urgen atau sangat penting dalam kita hidup ibadah kepada Allah SWT dan bersunnah pada junjungan kita Rasulillah Muhammad SAW.

     عن عبد الله بن مسعود قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من تعلم  بابا من العلم ينتفع به في آخرته ودنياه كان خيرا له من عمر الدنيا سبعة  آلاف سنة صيام نهارها وقيام ليالها مقبولا غير مردود.

Rosulullah  SAW bersabda : Barangsiapa yang belajar satu bab dari ilmu kemudian  dimanfaatkan untuk urusan akhirat dan dunianya,maka hal itu lebih baik dari umur dunia tujuh ribu tahun,siangnya berpuasa dan malamnya  digunakan untuk sholat sunah yang kesemua ibadah itu diterima,tidak  tertolak.

Maka sungguh erat sekali bahkan merupakan satu kesatuan utuh antara ilmu dan ibadah. Dengan ilmu akan menjadikan segala sesuatu pada kapasitas yang sebenarnya. Apalagi bila dibarengi dengan akhlaq yang baik dan benar.

Sangat benar Rosulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi wasallam dalam sabdanya :

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ

"Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya –dengan hal itu- Allah jalankan dia di atas jalan di antara jalan-jalan sorga"
(HR Muslim XXXVIII/2699)

Imam Atthoiby dalam Kitab Faidh AlQoodir mengartikan hadits diatas :

والمعنى سهل الله له بسبب العلم طريقا من طرق الجنة وذلك لأن العلم إنما يحصل بتعب ونصب وأفضل الأعمال أحزمها فمن تحمل المشقة في طلبه سهلت له سبل الجنة سيما إن حصل المطلوب

“Sebab ilmu Allah memudahkan seseorang salah satu jalan yang menuju surga, hal ini karena ilmu dihasilkan seseorang dengan jerih payah sedang paling utamanya amal ibadah mengukur kadar upaya seseorang dalam mengikat keletihan, barangsiapa mau menanggung kesusahan dalam mencari ilmu maka Allah mudahkan jalannya kesurga terlebih bila ilmu tersebut juga tercapai”.
[ Faidh AlQadir VI/199 ].



Dengan berniat pada sunnah Rasulillah Muhammad SAW, masjid Al-Mukarromah memandang penyediaan buku-buku sebagai refrensi akan kewajiban menambah ilmu menjadi sangat penting. Apalagi buku-buku bisa dibaca gratis ditempat yang disediakan oleh takmir masjid. Tentunya tidak boleh dibawa pulang, karena perpustakaan ini dijadikan salah satu magnet untuk para jamaah untuk cinta pada masjid. Disamping beberapa hal lain yang dilakukan oleh pengurus masjid Al-Mukarromah sebagai sarana interaksi dan penambahan wawasan keilmuan islam bagi yang membutuhkan. Bahkan beberapa para ustadz biasanya sudah ada disekitar masjid atau di beberapa fasilitas yang dimiliki masjid untuk siap mengayomi masyarakat.

قَالَ علي بن أبي طالب :

لَيْسَ الْجَـمَـالُ بِـأَثْوَابٍ تُزَيِّنُهَا
إِنَّ الْجَمَـالَ جَمَـالُ الْعَقْلِ وَالأَدَبِ

Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata:
"Tidaklah cantik atau tampan seseorang karena memakai HIASAN
Tapi sejatinya kecantikan atau ketampanan sebab ilmu dan KESOPANAN"

Apapun yang kita aksikan pada kehidupan akan membutuhkan ilmu. Hasil dari aksi tersebut juga ditentukan seberapa ilmunya. Maka, juga sangat perlu kita mentashih pengetahuan kita kepada para ustadz, para kyai, para habaib dalam menjaga stabilitas keimanan dan ibadah kita sesuai dengan Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyyah.

وقال الحسن : لولا العلماء لصار الناس مثل البهائم ، تعلموا العلم فإن تعلمه خشية ، وطلبه عبادة ، ومدارسته تسبيح، والبحث عنه جهاد ،وتعليمه من لا يعلمه صدقة، وبذله لأهله قربة ، وهو الأنيس في الوحدة ، والصاحب في الخلوة ، والدليل على الدين والصبر... على الضراء والسراء والقريب عند الغرباء ، ومنار سبيل الجنة ،

Imam Hasan Al Bashri berkata :

"Andai tiada orang yang mengerti ilmu manusia tak ubahnya binatang. Pelajarilah ILMU karena mempelajarinya berarti punya rasa takut pada Allah. Mencarinya bernilai ibadah. Mengulanginya berpahala tasbih pada Allah. Membahasnya berarti JIHAD kejalan Allah. Mengajarkannya pada yang belum tahu bernilai sodaqah. Menyerahkannya pada yang berhak bentuk pendekatan diri pada Allah. ILMU adalah penghibur kala kesendirian melanda. Petunjuk bagi kesempurnaan agama. Kesabaran di kala lara dan papa. Teman dekat kala tersesat. Rambu-rambu kejalan SURGA."

Sungguh sangat elok apa yang dikatakan Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Imam Hasan Al Bashri diatas. Maka kita yang masih sangat hina ini selalu harus istiqomah mencari dan mempelajari ilmu, serta istiqomah dalam meningkatkan ketaqwaan dengan ibadah.

وقال الإمام الغزالي رحمه الله في الإحياء : " إن الخاصية التي يتميز بها الناس عن سائر البهائم هو العلم فالإنسان إنسان بما هو شريف لأجله وليس ذلك بقوة شخصه فإن الجمل أقوى منه ولا بعظمه فإن الفيل أعظم منه ولا بشجاعته فإن السبع أشجع منه ولا بأكله فإن الثور أوسع بطنا منه ولا ليجامع فإن أخس العصافير أقوى على السفاد منه بل لم يخلق إلا للعلم

Berkata Imam Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Abu Hamid Al-Ghozali :

"Sesungguhnya keistimewaan yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah ILMU, manusia dikatakan makhluk mulia hanya karena ilmunya.
Bukan karena kekutannya, sebab bukankah unta lebih kuat ketimbang manusia ?
Bukan karena kebesarannya, sebab bukankah gajah lebih besar ketimbang manusia ?
Bukan karena keberaniannya, sebab bukankah binatang buas lebih berani ketimbang manusia ?
Bukan karena kemampuan makannya, sebab bukankah sapi jantan lebih besar perutnya ketimbang manusia ?
Bukan karena kuat setubuhnya, sebab bukankah paling hinanya burung pipit lebih kuat setubuhnya ketimbang manusia ?
Manusia tiada tercipta kecuali untuk ilmu.... Ilmu dan ilmu........"
 [ Ihyaa 'Uluumiddiin I/7 ].

Maka dapat kita simpulkan:
"Mencari ilmu adalah JALAN MENAMBAH KETAQWAAN,  karenanya Ayoo Mengaji… ngaji...... dan ngaji terus....!!!!
Juga membaca.... membaca dan membaca terus....!!!!"

_HIDUPKAN MASJID DALAM HIDUPMU_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts